Jakarta – Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese, melakukan panggilan telepon dengan Presiden RI, Prabowo Subianto, pada Selasa (21/4/2026) sore. Komunikasi tersebut dinilai mencerminkan eratnya hubungan Indonesia dan Australia.
“Hubungan yang kuat di kawasan kita semakin penting dari sebelumnya, dan kita adalah sahabat yang paling erat,” kata Albanese lewat unggahan X @albomp, dikutip dari rilis Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kamis (23/4/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Albanese juga menyampaikan terima kasih kepada Prabowo atas bantuan pemerintah Indonesia. Menurutnya, Indonesia telah membantu mengamankan pasokan pupuk untuk Australia.
Selain itu, keduanya turut membahas perkembangan situasi konflik di kawasan Timur Tengah dan dampaknya terhadap wilayah sekitar. Albanese menegaskan Indonesia dan Australia berkomitmen menjaga pasokan kebutuhan pokok domestik tetap aman.
“Australia dan Indonesia bekerja sama untuk mendukung kelancaran arus barang-barang kebutuhan pokok, serta memperkuat ketahanan rantai pasokan energi kita untuk masa depan,” jelasnya.
Sementara itu, Indonesia berkomitmen mengekspor 250 ribu ton pupuk urea ke Australia. Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani persetujuan ekspor tersebut dan mendapat apresiasi dari PM Australia Anthony Albanese.
“PM Albanese menyampaikan apresiasi atas persetujuan Bapak Presiden terkait ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia sebesar 250.000 ton pada tahap pertama,” kata Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Teddy menuturkan, berdasarkan data Menteri Pertanian, total produksi urea nasional mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan dalam negeri sekitar 6,3 juta ton. Selain Australia, Indonesia juga akan mengekspor pupuk urea ke India, Filipina, Thailand, dan Brasil dengan total komitmen ekspor sekitar 1 juta ton. (Lucas)












