Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga mempercepat pembangunan akses Bokoharjo pada Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo segmen Prambanan–Purwomartani. Akses ini disiapkan untuk memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata budaya Ratu Boko di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi instrumen penggerak pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan wilayah.
“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” kata Menteri Dody.
Akses Bokoharjo dirancang sebagai jalur masuk langsung menuju Situs Keraton Ratu Boko di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Kehadiran akses ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur nasional Yogyakarta–Solo yang selama ini menjadi koridor utama menuju destinasi wisata, terutama pada musim libur.
Sebagai bagian dari percepatan konektivitas wisata, akses Bokoharjo akan dikembangkan melalui akses dari Gerbang Tol Purwomartani sepanjang sekitar 1,95 kilometer yang mengarah langsung ke kawasan Bokoharjo dan Ratu Boko.
Akses tersebut ditargetkan dapat difungsionalkan pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, sekaligus mendukung kesiapan operasional saat arus mudik Lebaran 2027.
Saat ini pekerjaan konstruksi akses Bokoharjo dilakukan secara bertahap. Pembangunan U-turn diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 7 bulan, sedangkan pekerjaan yang berkaitan dengan perlintasan rel kereta api diproyeksikan berlangsung selama 9 hingga 10 bulan melalui koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia.
Berdasarkan data hingga 15 April 2026, progres konstruksi Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo pada segmen Prambanan–Purwomartani telah mencapai 94,8%. Sementara progres pembebasan lahan mencapai 90%, dan ditargetkan tuntas pada Agustus 2026.
Kementerian PU menegaskan pembangunan tol dilakukan dengan tetap memperhatikan keberadaan kawasan bersejarah dan cagar budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk kawasan sekitar Situs Keraton Ratu Boko. Pendekatan pembangunan dilakukan secara hati-hati agar konektivitas infrastruktur berjalan seiring dengan pelestarian nilai sejarah dan budaya.
Saat ini Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo telah beroperasi dari Gerbang Tol Colomadu hingga Klaten sepanjang 22,3 kilometer.
Melalui percepatan akses Bokoharjo, pemerintah berharap konektivitas menuju kawasan wisata budaya semakin baik, kunjungan wisatawan meningkat, serta membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal. (Lucas)












