New York – Israel memutuskan semua kontak dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, demikian diumumkan duta besar negara itu pada Kamis, dengan mengatakan “keterlaluan” Israel dimasukkan ke dalam daftar hitam karena dugaan kekerasan seksual di zona konflik.
“Kami sudah selesai dengan sekretaris jenderal ini,” kata Duta Besar Danny Danon dalam video yang diunggah di X, melansir Al Arabiya dari AFP (29/5).
“Keputusan untuk memasukkan Israel ke dalam daftar hitam dan menuduh kami menggunakan kekerasan seksual sebagai senjata perang adalah keputusan yang keterlaluan,” kritiknya, merujuk pada laporan yang akan datang dari Kantor Sekjen PBB.
“Sekretaris jenderal dan timnya terus menyebarkan kebohongan terhadap Israel. Menempatkan kami dan teroris Hamas dalam daftar yang sama, itu tidak dapat diterima,” tandas Danon.
Misi Israel untuk PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka tidak akan melakukan kontak dengan Kantor Sekretaris Jenderal selama Guterres menjabat sebagai kepala organisasi tersebut.
Sementara itu, juru bicara Sekjen PBB mengatakan mereka mengetahui pernyataan Danon.
“Dari pihak kami, pintu sekretaris jenderal tetap terbuka,” kata Stephane Dujarric.
Laporan tahunan Sekretaris Jenderal PBB tentang kekerasan seksual terkait konflik biasanya disampaikan kepada negara-negara terkait sebelum dipublikasikan.
Agustus lalu, laporan tersebut memperingatkan Israel dapat ditambahkan ke daftar pihak yang dicurigai atau bertanggung jawab atas kekerasan seksual dalam situasi konflik bersenjata.
Kelompok militan Hamas muncul dalam daftar tersebut.
Pada saat itu, PBB mengutip “informasi yang kredibel” mengenai kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh pasukan keamanan Israel terhadap tahanan Palestina di penjara dan pusat penahanan lainnya, dan mengatakan bahwa inspektur PBB telah ditolak aksesnya ke fasilitas tersebut.
“Kami mengundang perwakilan PBB untuk datang ke Israel untuk memeriksa tuduhan-tuduhan yang tidak masuk akal itu. Mereka memilih untuk tidak datang,” kata Danon.
Diketahui, hubungan antara PBB dan Israel tegang dan telah mencapai titik terendah sejak 7 Oktober 2023, ketika Hamas melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang memicu perang Israel di Gaza.
Otoritas Israel telah menegur Sekjen Guterres dan pejabat PBB lainnya karena mengkritik serangan Israel yang menghancurkan terhadap Gaza. Sekretaris Jenderal PBB dinyatakan sebagai “personal non grata” di Israel pada tahun 2024. (Lucas)















