Italia Tangkap Dua Orang yang Diduga Menjadi Mata-mata Rusia

Berita11 Dilihat

Roma – Otoritas Italia menangkap dua orang, salah satunya mantan agen intelijen negara itu, yang diduga memberikan informasi rahasia kepada agen Rusia, menurut Kantor Kejaksaan Roma pada Selasa.

Jaksa mengatakan tersangka utama, yang tidak mereka sebutkan namanya, adalah seorang mantan perwira berusia 59 tahun di kepolisian militer Carabinieri yang pernah bekerja sebagai bagian dari komunitas intelijen.

Tuduhan tersebut termasuk transfer informasi yang dilindungi, serta akses tidak sah ke layanan teknologi informasi dan telekomunikasi, melansir Al Arabiya dari Reuters (8/7).

Lima orang lainnya telah ditempatkan di bawah penyelidikan sebagai bagian dari penyelidikan yang diluncurkan pada Mei 2025.

Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengatakan, penyelidikan tersebut membantu mengungkap sikap sebenarnya Rusia terhadap Italia, di mana pemerintah telah memberikan bantuan militer dan sipil kepada Ukraina sejak invasi Rusia pada tahun 2022.

“Perang hibrida ini adalah puncak gunung es raksasa, yang terdiri dari musuh eksternal dan pengkhianat internal yang siap menjual negara mereka demi uang, kekuasaan, atau keuntungan pribadi,” tulis Crosetto di X.

Tersangka utama dituduh menerima uang untuk memberikan informasi kepada agen Rusia yang diperoleh dari sumber-sumbernya yang termasuk empat anggota militer Italia yang masih aktif.

Di sisi lain, agen Rusia yang diduga terlibat dilindungi oleh kekebalan diplomatik di Italia.

Tidak ada komentar langsung dari kedutaan Rusia di Roma.

Sebelumnya, otoritas Italia juga mengamankan seorang warga negaranya terkait pemberian dokumen kepada Rusia.

Kapten Angkatan Laut Italia Walter Biot diamankan pada tahun 2021, usai tertangkap basah menyerahkan dokumen kepada seorang karyawan Kedutaan Besar Rusia di tempat parkir mobil di Roma. Ia kemudian dijatuhi hukuman hampir 30 tahun penjara. (Risky)

Komentar