JK Dorong Indonesia Ambil Peran Aktif jadi Mediator Perdamaian di Timur Tengah

Nasional14 Dilihat

Jakarta – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), mendorong Indonesia mengambil peran lebih aktif sebagai mediator perdamaian di Timur Tengah. 

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia serta kawasan yang relatif stabil untuk memfasilitasi dialog antarnegara Islam.

“Indonesia sebagai negara dengan penduduk masyarakat Islam terbesar tentu juga perlu memberi inisiatif,” kata JK seusai menghadiri hari ketiga Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta, dikutip Senin (27/7/2026). 

JK mengatakan, situasi di Timur Tengah justru semakin mengkhawatirkan setelah harapan perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat kembali kandas.

“Semula kita bergembira bahwa sudah ada kesepakatan antara Iran dengan Amerika. Tapi buyar lagi, malah makin meluas,” ujarnya. 

JK mendorong negara-negara di kawasan mengedepankan penyelesaian damai agar konflik tidak semakin meluas, terutama yang terjadi di Yaman.

“Kita harap negara-negara Arab juga berusaha untuk saling mendamaikan,” tuturnya.

Dia menilai, konflik internal di Yaman tidak boleh terus berlanjut karena berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah.

“Houthi sendiri juga menahan diri untuk berdamai dengan pemerintah. Jangan sampai perang internal di Yaman menimbulkan masalah tambahan di seluruh Timur Tengah,” tambahnya.

JK juga mengingatkan seluruh pihak, termasuk Arab Saudi, Iran, dan AS, agar menahan diri sehingga eskalasi konflik tidak semakin meluas.

JK menegaskan bahwa penyelesaian konflik hanya dapat dicapai melalui dialog, bukan kekerasan.

“Semuanya bisa selesai kalau ada dialog, ada pengertian masing-masing,” tegasnya.

Karena itu, Indonesia dinilai layak menjadi pihak yang menjembatani komunikasi antarnegara yang sedang berkonflik.

“Indonesia siap untuk menjadi, katakanlah, pendengar di antara negara-negara itu karena kita relatif lebih aman di Asia Tenggara,” tukasnya. (Lucas)

Komentar