Ribuan Anak di Kota Bogor Putus Sekolah, Ketua DPR: Alarm Bagi Pemerintah

Berita29 Dilihat

Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani, menyoroti temuan terbaru angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan anak putus sekolah di wilayah Kota Bogor yang saat ini menembus 6.000 anak. Adapun temuan tersebut didominasi oleh faktor rendahnya minat belajar.

Menurutnya, hal itu menjadi alarm bagi Pemerintah bahwa tantangan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang jauh lebih besar adalah memastikan setiap anak tetap memiliki keyakinan bahwa pendidikan merupakan jalan terbaik untuk membangun masa depan mereka.

“Persoalan pendidikan hari ini tidak lagi semata-mata berkaitan dengan ketersediaan sekolah, bantuan pendidikan, atau akses belajar,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/7/2026).

Ia menilai, tantangan tersebut tak bisa hanya dipandang sebagai persoalan sektoral semata. Karena jika kondisi tersebut dibiarkan, yang hilang bukan hanya kesempatan belajar seorang anak, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang akan menentukan masa depan Indonesia.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar penanganan isu ATS dinaikkan statusnya menjadi agenda strategis pembangunan nasional, bukan sekadar program pendidikan. Karena keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari meningkatnya angka partisipasi sekolah, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan setiap anak bertahan hingga menyelesaikan pendidikan.

“Pemerintah perlu menetapkan penurunan angka ATS sebagai salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan sumber daya manusia yang mengikat seluruh kementerian, pemerintah daerah, dan menjadi bagian dari evaluasi pembangunan nasional,” jelasnya. (Risky)

Komentar