Langgar Gencatan Senjata, PM Lebanon Kecam Serangan Israel

Berita11 Dilihat

Lebanon – Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyebut srael melanggar kedaulatan Lebanon di tengah serangan Israel di wilayah selatan negara it. Serangan Israe mencakup ledakan, penembakan artileri, dan “penghancuran sistematis.”

“Serangan yang terus berlangsung ini merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata, serta pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan keamanan Lebanon serta prinsip dan aturan hukum internasional,” tulis Salam di platform X dilansir CNN, Sabtu (1/8/2026).

Pada Kamis, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan militer Israel telah menghancurkan sejumlah terowongan di kawasan Beaufort, Lebanon selatan, menggunakan sekitar 700 ton bahan peledak.

Pernyataan tersebut menyebutkan infrastruktur bawah tanah itu merupakan bagian sentral dari rencana Hizbullah untuk menyerbu permukiman di Israel utara. Disebutkan juga operasi itu dilakukan menyusul apa yang digambarkan Israel sebagai “pelanggaran terang-terangan” oleh Hizbullah terhadap kesepakatan gencatan senjata sehari sebelumnya, namun tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan.

Menanggapi hal ini, Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam operasi tersebut, serta “kerusakan parah dan dampak serius yang ditimbulkan (oleh militer Israel) di sebagian besar desa di Lebanon selatan, yang mengancam keselamatan dan keamanan warga sipil,” demikian pernyataan kantor kepresidenan.

Kedua pemimpin Lebanon tersebut juga menyoroti dampak serangan terbaru Israel terhadap situs-situs Warisan Dunia UNESCO di wilayah selatan negara itu. (Norman)

Komentar

News Feed