Hari Damai Aceh Ricuh, Massa Copot Bendera Merah Putih di Pendopo Gubernur

Nasional19 Dilihat

Banda Aceh – Aksi massa dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh pada Sabtu, 15 Agustus 2026, kembali memanas setelah salat Zuhur. Massa yang sebelumnya berkumpul di kawasan Masjid Raya Baiturrahman bergerak menuju Meuligoe Gubernur Aceh sebelum melanjutkan perjalanan ke Gedung DPR Aceh.

Massa yang semula terpusat di sekitar Masjid Raya Baiturrahman kemudian terpecah. Sebagian massa masih bertahan di kawasan masjid, sementara kelompok lainnya bergerak menuju Pendopo Gubernur Aceh.

Setibanya di Pendopo Gubernur Aceh, massa masuk ke halaman rumah dinas tersebut. Mereka kemudian mencopot bendera Merah Putih yang terpasang di lokasi dan menggantinya dengan bendera Bulan Bintang.

Aksi berlanjut ke bagian serambi pendopo. Massa mencopot lambang Garuda yang terpasang di bangunan tersebut. Lambang negara itu kemudian diikat dengan kain atau bendera merah putih dan dibawa keluar hingga diseret di jalanan.

Situasi semakin memanas ketika massa melintas di depan Kodim. Lambang Garuda yang sebelumnya dicopot dari Pendopo Gubernur Aceh dibawa oleh massa dan diinjak-injak sebelum melewati kawasan tersebut.

Berdasarkan informasi sementara, lima orang sempat diamankan aparat dalam rangkaian kericuhan tersebut. Kelimanya kemudian telah dilepaskan.

Sementara itu, tiga orang lainnya dilaporkan masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat kejadian tersebut.

Di sisi lain, bendera Bulan Bintang yang sebelumnya dipasang di gapura Masjid Raya Baiturrahman telah diturunkan menjelang petang.

Aparat keamanan gabungan masih melakukan pengamanan di sejumlah titik dan mengawal jalur pergerakan massa guna mencegah situasi kembali memanas. (Fredy)

Komentar