Gempa NTT, 1.378 Sekolah Terdampak dan 38 Ribu Warga Sekolah Mengungsi

Berita20 Dilihat

Jakarta – Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) turut melumpuhkan sektor pendidikan. Sebanyak 1.378 satuan pendidikan terdampak, sementara 38 ribu warga sekolah terpaksa mengungsi.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan, bencana tersebut juga menelan korban dari lingkungan sekolah.

“Tiga di antaranya peserta didik dan satu tenaga pendidik yang meninggal dunia, serta 38 ribu warga sekolah yang mengungsi,” kata Atip, Kamis (31/8/2026).

Kerusakan bangunan sekolah menjadi salah satu persoalan yang harus segera ditangani. Dari ribuan satuan pendidikan yang terdampak, ratusan sekolah mengalami kerusakan berat.

“Gempa bumi berdampak pada 1.378 satuan pendidikan, dengan 502 sekolah di antaranya dilaporkan rusak berat,” ucap dia.

Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar tidak bisa sepenuhnya dilakukan di sekolah. Pemerintah memilih mengalihkan pembelajaran ke lokasi yang dinilai lebih aman, mengingat gempa susulan masih berpotensi terjadi.

“Pembelajaran dilaksanakan dari rumah dan tempat pengungsian agar menghindari bangunan yang berpotensi roboh dan melukai akibat gempa susulan yang terus berlangsung,” jelas Atip.

Kemendikdasmen bersama BNPB dan sejumlah instansi terkait kini menyiapkan ruang belajar sementara bagi sekolah yang tidak dapat digunakan.

“Saat ini akan didistribusikan tenda yang diharapkan dapat mulai digunakan sebagai ruang kelas darurat bagi sekolah yang mengalami rusak berat,” urainya.

Tim Kemendikdasmen telah berada di wilayah terdampak sejak 16 Agustus 2026. Selain bantuan, kementerian juga menerbitkan panduan pembelajaran pada masa darurat yang mengatur fleksibilitas metode dan materi pembelajaran serta dukungan psikososial bagi warga sekolah. (Risky)

Komentar