Korban Meninggal Dunia Gempa NTT Bertambah Jadi 40 Orang

Berita36 Dilihat

Mangarai – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah menjadi 40 orang. Sebelumnya, Posko Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Kabupaten Manggarai Timur mencatat 36 orang meninggal dunia.

Berdasarkan data terbaru yang diperbarui pada Rabu (2/9/2016) dilansir BNPB, selain korban meninggal dunia, sebanyak 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang mengalami luka ringan. Posko juga mencatat 454 ibu hamil terdampak gempa.

Jika seluruh kategori tersebut dijumlahkan, terdapat 1.137 orang terdampak yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur.

Lamba Leda Utara menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak, yakni 17 orang. Di kecamatan tersebut juga tercatat 29 orang mengalami luka berat, 76 orang luka ringan, serta 11 ibu hamil terdampak.

Sementara itu, Sambi Rampas mencatat jumlah korban terdampak terbanyak, yakni 210 orang. Rinciannya terdiri atas 124 ibu hamil, 38 orang luka berat, 41 orang luka ringan, dan tujuh orang meninggal dunia.

Kecamatan Elar berada di urutan berikutnya dengan 187 orang terdampak, terdiri atas 42 orang luka berat, 115 orang luka ringan, satu orang meninggal dunia, dan 29 ibu hamil.

Adapun kecamatan lainnya yang terdampak meliputi Borong dengan 129 orang, Lamba Leda Selatan 111 orang, Lamba Leda 94 orang, Lamba Leda Timur 79 orang, Congkar 56 orang, Rana Mese 51 orang, Kota Komba 37 orang, Kota Komba Utara 31 orang, dan Elar Selatan 18 orang.

Berdasarkan kategori luka, Borong menjadi kecamatan dengan jumlah korban luka berat terbanyak, yakni 47 orang. Sementara itu, Elar mencatat jumlah korban luka ringan tertinggi dengan 115 orang.

Untuk kelompok ibu hamil, jumlah terbanyak tercatat di Sambi Rampas dengan 124 orang. Berikutnya Borong dengan 51 orang dan Rana Mese sebanyak 39 orang.

Posko Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Kabupaten Manggarai Timur masih melakukan pemutakhiran data dampak gempa di seluruh wilayah. Pembaruan tersebut diperlukan untuk memastikan penanganan korban, pemenuhan kebutuhan warga terdampak, serta distribusi bantuan pascabencana dapat dilakukan berdasarkan kondisi terbaru di lapangan. (Risky)

Komentar