Polri: Polda Metro Jaya Contoh Penguatan Rantai Pasok MBG

POLRI19 Dilihat

Jakarta – Polri mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya terkait penguatan ekosistem rantai pasok bahan pangan dari produksi lokal hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal itu menjadi contoh bagi Polda lainnya di Indonesia.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, apa yang dilakukan Polda Metro Jaya di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi salah satu contoh implementasi dari arahan Kapolri dalam mensukseskan program Makan Berigizi Gratis (MBG).

“MBG merupakan program pemerintah yang membutuhkan dukungan seluruh komponen. Kapolri memerintahkan jajaran untuk mendukung pelaksanaannya sesuai tugas dan potensi wilayah masing-masing,” kata Trunoyudo, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, besarnya jaringan SPPG tersebut perlu diikuti dengan penguatan rantai pasok agar ketersediaan bahan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan.

“Kapolri mengarahkan agar dukungan Polri tidak berhenti pada pembangunan SPPG. Jajaran juga didorong melihat potensi produksi di wilayahnya masing-masing dan membangun hubungan antara produsen pangan dengan kebutuhan SPPG,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, Kapolri terus mendorong jajaran untuk mengambil peran dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah tersebut, termasuk dengan mengoptimalkan potensi pangan di masing-masing wilayah.

“Implementasinya tidak hanya dilakukan melalui pembangunan dan operasionalisasi SPPG, tetapi juga dengan memperkuat produksi pangan, distribusi, kualitas bahan pangan, serta keterlibatan masyarakat,” terangnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggelar panen raya komoditas perikanan sebanyak 10 ton di kawasan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Senin, 28 September 2026. Panen raya ini sebagai rantai pasok guna mendukung bahan baku Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (Risky)

Komentar