DVI Polri Gunakan DNA Identifikasi Korban KM Virgo, 63 Jenazah Berhasil Dikenali

POLRI27 Dilihat

Jakarta – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus melakukan identifikasi jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Pemeriksaan DNA menjadi salah satu metode utama yang digunakan karena sebagian besar kondisi jenazah sudah sulit dikenali melalui ciri fisik.

Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol. Sumy Hastry Purwanti mengatakan, pemeriksaan DNA membutuhkan data pembanding dari keluarga korban untuk mencocokkan sampel DNA dengan jenazah yang ditemukan.

“Jasad korban yang ditemukan sudah sulit dikenali. Sehingga pemeriksaan banya mengandalkan data pembanding DNA,” kata Sumy dalam keterangannya, Senin (05/10/2026).

Selain DNA, tim DVI tetap menggunakan sejumlah metode lain dalam proses identifikasi. Pemeriksaan ciri medis serta properti pribadi yang ditemukan bersama jenazah juga dilakukan apabila kondisi memungkinkan.

Sumy menjelaskan, seorang korban dapat dinyatakan teridentifikasi apabila terdapat kecocokan melalui setidaknya satu metode primer. Metode tersebut meliputi sidik jari, DNA, atau rekam gigi.

Sementara metode sekunder meliputi ciri medis dan properti pribadi yang melekat atau ditemukan bersama korban. Metode sekunder dapat digunakan apabila terdapat kecocokan setidaknya dua data pembanding.

“Jadi pemeriksaan sampel DNA menjadi upaya terakhir mengingat proses ini juga memerlukan waktu dan harus dikirim ke Jakarta,” ucap Sumy.

Sampel DNA yang harus dikirim ke Jakarta membuat proses identifikasi membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pemeriksaan yang dapat dilakukan langsung di rumah sakit.

Meski demikian, Tim DVI Polri terus melakukan pemeriksaan secara bertahap terhadap setiap jenazah yang diterima di RS Bhayangkara Banjarmasin.

Hingga Senin (05/10/2026), sebanyak 63 jenazah telah berhasil diidentifikasi dari total 80 jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang diserahkan ke RS Bhayangkara Banjarmasin.

Dengan demikian, masih terdapat 17 jenazah yang proses identifikasinya belum selesai. Sebagian jenazah masih menjalani tahapan pemeriksaan, termasuk pengambilan dan pengiriman sampel DNA ke Jakarta.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi salah satu dasar untuk memastikan identitas korban secara akurat.

Sumy meminta keluarga korban untuk tetap bersabar selama proses identifikasi berlangsung. Ia memastikan seluruh personel DVI yang bertugas di RS Bhayangkara Banjarmasin terus bekerja untuk mempercepat proses identifikasi setiap jenazah yang diterima. (Natalia)

Komentar