Eropa Siaga Satu, 7 Penerbangan Diteror Ancaman Bom Massal, Bandara Sempat Lumpuh

Berita7 Dilihat

Jakarta – Gelombang teror ancaman bom melanda wilayah udara Eropa. Setidaknya tujuh penerbangan internasional—termasuk dua pesawat asal Inggris—terdampak aksi teror yang memaksa pesawat melakukan pendaratan darurat dan memicu penutupan sementara bandara utama.

Hingga kini, pelaku di balik teror massal ini masih misterius. Namun, pakar keamanan menduga kuat adanya keterlibatan serangan siber atau perang hibrida dari aktor negara asing.

Daftar Penerbangan yang Menjadi Target
Teror yang terjadi sejak awal pekan ini menyasar sejumlah rute penerbangan sibuk menuju beberapa ibu kota di Eropa:

  • Tujuan Sofia (Bulgaria): Dua penerbangan mendapat ancaman pada hari Selasa, menyusul satu ancaman serupa sehari sebelumnya.
  • Tujuan Warsawa (Polandia): Dua penerbangan diancam bom, termasuk pesawat maskapai LOT dari Bandara Heathrow, Inggris, yang terpaksa dialihkan.
  • Tujuan Roma (Italia): Dua penerbangan internasional turut menjadi sasaran teror.
  • Tujuan Murcia (Spanyol): Satu pesawat Ryanair dari Manchester terpaksa mendarat darurat.

Kepanikan di Bandara dan Pendaratan Darurat
Dampak dari ancaman ini langsung membuat otoritas penerbangan Eropa memperketat keamanan. Pesawat maskapai LOT Polandia yang seharusnya mendarat di Bandara Utama Warsawa-Chopin terpaksa dialihkan ke Bandara Warsawa-Modlin, yang kemudian ditutup total sementara demi keselamatan penumpang.

Sementara itu, ketegangan melanda pesawat Ryanair rute Manchester menuju Spanyol. Aksi teror memaksa pesawat melakukan pendaratan darurat di Bandara Murcia. Sebanyak 114 penumpang dan tujuh kru pesawat langsung dievakuasi di bawah kawalan ketat otoritas setempat.

Tuduhan Mengarah ke Rusia dan Iran
Meskipun hasil investigasi Garda Sipil Spanyol dan otoritas Bulgaria memastikan tidak ditemukan adanya bahan peledak alias ancaman palsu (hoax), pakar intelijen melihat adanya pola yang terstruktur.

Matthew Borie dari Osprey Flight Solutions, lembaga konsultan keamanan penerbangan global, menyebut ada indikasi kuat keterlibatan aktor negara dalam kekacauan ini.

“Bisa jadi ada keterlibatan pihak Rusia. Namun, perlu diingat pula bahwa perang hibrida Iran juga cukup aktif di wilayah-wilayah tertentu di Eropa,” ungkap Borie.

Merespons rentetan teror ini, Pemerintah Inggris langsung menegaskan bahwa sistem intelijen dan keamanan penerbangan mereka berada dalam status siaga tinggi dan memiliki prosedur berlapis yang sangat tangguh untuk meredam ancaman serupa di masa depan. (Risky)

Komentar