Profil AKBP Netty Rosdiana: Eks Kapolsek Menteng dan Pendiri Pasukan Elite Polwan yang Mengejutkan Publik!

POLRI72 Dilihat

Yogyakarta – Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh aksi berani perwira menengah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), AKBP Dr. Netty Rosdiana Siagian, S.H., M.M., M.H. Polwan berprestasi ini secara mengejutkan mengajukan pengunduran diri dari Korps Bhayangkara pada akhir Oktober 2026 dengan alasan yang menyentuh publik: demi hati nurani.

Langkah pensiun dini ini langsung menjadi sorotan tajam warganet. Pasalnya, AKBP Netty bukanlah polwan biasa; ia memiliki rekam jejak mentereng, karier kepemimpinan yang luas di Polda Metro Jaya, serta latar belakang pendidikan bergelar Doktor yang sangat tinggi.

Srikandi Medan dengan Karier Komando yang Kuat
Perempuan kelahiran Medan tahun 1970 ini memiliki segudang pengalaman di berbagai lini kepolisian—mulai dari lalu lintas, reserse, hingga memimpin komando wilayah. Sebelum memutuskan mundur, jabatan terakhirnya adalah Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenmin) Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Berikut adalah deretan posisi strategis yang pernah diemban AKBP Netty:

  • Kapolsek Sunda Kelapa (2018): Memimpin wilayah pelabuhan saat masih berpangkat Kompol.
  • Kapolsek Metro Menteng: Menjabat di wilayah ring satu Jakarta Pusat yang penuh dinamika.
  • Penyidik Madya 2 Ditreskrimsus Polda Metro Jaya (2022): Bergelut di dunia penyidikan kasus-kasus khusus dan krusial.
  • Dewan Pembina Women Lawyer Club (Februari 2026): Aktif memperjuangkan kapasitas perempuan di bidang hukum.

Pendiri ‘The Road Force Blue’ & Pemegang Rekor Dunia
Satu tinta emas yang paling dikenal dari sosok Netty adalah keterlibatannya dalam mendirikan The Road Force Blue pada tahun 2005. Ini adalah kelompok patroli dan pengawalan bermotor yang beranggotakan para Polwan tangguh.

Pasukan elite ini menorehkan prestasi luar biasa hingga menyabet Rekor MURI dan Rekor Dunia pada 2009 sebagai pasukan wanita pengawal kenegaraan pertama di dunia. Ketangguhan tim bentukan Netty ini terbukti saat dipercaya mengawal kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, serta mengawal prosesi pemakaman Ibu Negara, Hasri Ainun Habibie.

Atas segala dedikasinya, peraih penghargaan Indonesia Women Excellence Award 2021 ini kini memilih menyudahi masa baktinya di kepolisian. Keputusannya melepas seragam cokelat demi prinsip hati nurani membuat sosoknya kini menuai banyak rasa hormat sekaligus tanda tanya besar dari publik. (Natalia)

Komentar