Pemerintah Tidak Anti Kritik, Prabowo: Tapi Tolak Fitnah dan Caci Maki

Politik16 Dilihat

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak anti terhadap kritik dan memandang kritik sebagai bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar kritik yang disampaikan tidak berubah menjadi fitnah maupun caci maki yang justru merusak semangat membangun bangsa.

“Kita negara demokrasi. Kita tidak anti kritik. Kritik itu menyelamatkan. Tapi ada beda kritik dan caci maki. Kritik dengan fitnah itu beda,” kata Prabowo saat menyampaikan pidato pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Menurut Prabowo, kritik yang disampaikan secara objektif dan konstruktif memiliki fungsi penting untuk mengoreksi jalannya pemerintahan sehingga perlu diterima sebagai bagian dari mekanisme demokrasi.

Ia menegaskan pemerintah akan tetap fokus bekerja dan tidak akan goyah menghadapi berbagai kritik maupun serangan selama berada di jalur yang benar dan mengutamakan kepentingan rakyat.

“Tapi enggak ada masalah. Tidak ada masalah. Kalau kita benar, kalau kita berada di jalan yang benar, kita terus akan kuat,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung adanya berbagai narasi yang menurutnya berupaya melemahkan kepercayaan publik terhadap kondisi Indonesia.

“Kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah. Indonesia (disebut) akan kolaps,” katanya.

Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga optimisme dan memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan nasional. Ia mengibaratkan pemerintah sebagai sebuah tim yang sedang bertanding dan membutuhkan dukungan masyarakat agar mampu memberikan hasil terbaik.

“Kalau kita cinta sama satu kesebelasan, umpamanya dia lagi bertanding di lapangan, kita kan sebagai suporter, ‘Ayo, ayo, maju.’ Tapi jangan turunkan moral dong, orang lagi bertanding di situ. Nanti kamu kalah,” ujarnya.

Prabowo menekankan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Meski demikian, ia berharap seluruh pihak tetap mengedepankan kepentingan nasional serta menghindari penyebaran informasi yang tidak benar maupun fitnah yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Mari kita berjuang bersama untuk bangsa dan rakyat Indonesia,” kata Prabowo. (Latupapua)

Komentar