Pascagempa Kolombia, Sejumlah Rumah Sakit Kewalahan Tangani Korban

Berita5 Dilihat

Bogota – Staf dari organisasi kemanusiaan di Kolombia mengatakan, banyak rumah sakit yang kewalahan menangani korban luka pascagempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang sebagian besar wilayah barat Kolombia.

Hal itu membuat Tim medis di Rumah Sakit Barco San Raffaele, yang merupakan organisasi mitra ActionAid yang berbasis di Buenaventura, Valle del Cauca dikerahkan ke pusat kota, sementara tim lainnya bersiaga untuk memberikan bantuan.

“Saat ini, kami bergerak menuju pusat kota karena kami mendapat informasi dari Organisasi Kesehatan Pan-Amerika (PAHO) bahwa Buenaventura sedang kewalahan menangani situasi,” kata Ana Lucia Lopez, direktur Rumah Sakit Barco San Raffaele dilansir dari Sky News, Rabu (12/8/2026).

“Klinik Santa Sofía mengalami kerusakan parah dan seluruh isi klinik sedang dievakuasi; rumah sakit setempat kewalahan, dan mereka meminta bantuan serta dukungan bersama dari kami,” imbuhnya.

ActionAid menyatakan, gempa bumi tersebut melanda masyarakat yang sebelumnya sudah hidup di tengah konflik bersenjata, pengungsian, kerawanan pangan, serta ketimpangan akses terhadap layanan dasar.

“Di wilayah tempat kami beroperasi, organisasi mitra kami menggambarkan situasi yang sangat sulit: masyarakat kehilangan tempat tinggal, kesulitan mengakses layanan dasar yang kapasitasnya sudah kewalahan, serta kebutuhan mendesak yang terus meningkat,” kata Egido Sanz, direktur ActionAid Kolombia.

“Bersama organisasi mitra di lapangan, kami siap merespons keadaan darurat kemanusiaan ini melalui intervensi multisektoral guna memenuhi kebutuhan paling mendesak penduduk, termasuk bantuan tunai, pangan, perlengkapan kebersihan dasar dan khusus perempuan, serta layanan kesehatan dan pencegahan kekerasan berbasis gender, dengan memberikan perhatian khusus kepada perempuan, anak-anak, dan kelompok masyarakat yang lebih rentan,” lanjutnya.

Diketahui, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi tersebut bertambah menjadi sedikitnya 254 orang, sedangkan lebih dari 3.800 orang masih dinyatakan hilang.

Namun, tim pencarian dan penyelamatan masih terus bekerja sepanjang malam dan siang hari di tengah upaya berkelanjutan untuk menemukan korban selamat di bawah reruntuhan, dan pemerintah Kolombia telah menetapkan status bencana nasional. (Fredy)

Komentar