Trump Ingin Selat Hormuz Jadi Bagian Wilayah Amerika Serikat

Berita33 Dilihat

Washington, DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menetapkan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah AS berhasil ‘mengalahkan’ Iran.

Ia mengatakan hal itu akan terjadi “dalam waktu dekat.” Penetapan jalur perairan internasional tersebut sebagai wilayah AS akan mengharuskan pengerahan pasukan di kawasan itu untuk jangka waktu tak terbatas.

Trump sebelumnya berjanji untuk menjaga agar perang melawan Iran berlangsung singkat.

“Kita melakukan blokade,” ujar Trump di hadapan massa dalam rapat umum di Nassau County, Sabtu (15/8/2026).

“Tidak ada kapal yang bisa melintas kecuali jika kita mengizinkannya,” tegasnya.

Setelah hampir enam bulan perang AS-Iran berlangsung, cadangan minyak global menyusut dengan cepat karena lalu lintas melalui Selat Hormuz praktis terhenti. Sementara kedua kekuatan yang terlibat dalam konflik tersebut saling berselisih mengenai siapa yang menguasai jalur perairan vital itu.

Iran menyatakan tidak akan membuka kembali selat tersebut sepenuhnya sampai Amerika Serikat memenuhi syarat-syarat yang mereka ajukan.

Namun, Trump berulang kali menegaskan selat tersebut—yang menjadi jalur aliran minyak dari negara-negara seperti Arab Saudi dan Irak ke seluruh dunia—berada di bawah kendali AS.

“Mereka tidak memegang kendali. Kita yang memegang kendali penuh. Kita yang menguasainya, dan pada suatu saat nanti, mungkin mereka akan melakukan sesuatu, lalu mereka akan dihancurkan,” kata Trump kepada wartawan pada Rabu (12/8/2026).

“Saat ini, posisi kita sangat kuat,” klaim Trump. (Norman)

Komentar