Rutan Cipinang Optimalkan Pembinaan Kemandirian melalui Budidaya 500 Ekor Ayam Petelur

Berita25 Dilihat

Jakarta – Rutan Kelas I Cipinang terus mengembangkan program ketahanan pangan melalui pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui budidaya 500 ekor ayam petelur yang dikembangkan di lingkungan Rutan. Program ini dilaksanakan melalui Bimbingan Kegiatan (Bimgiat) dengan melibatkan warga binaan secara langsung serta mendapat pendampingan dan pengawasan dari Pembinanya, Senin (31/8).

Dalam pelaksanaannya, warga binaan terlibat dalam berbagai aktivitas peternakan, mulai dari pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, memantau kondisi kesehatan ayam, hingga proses pemanenan telur. Setiap kegiatan dilakukan dengan arahan pembina Bimgiat untuk memastikan proses pemeliharaan berjalan dengan baik sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran bagi warga binaan. Keterlibatan langsung ini diharapkan dapat membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan keterampilan kerja.

Kepala Rutan Kelas I Cipinang, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra mengatakan, pengembangan budidaya ayam petelur merupakan bagian dari komitmen Rutan dalam menghadirkan pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Melalui Bimgiat, warga binaan tidak hanya diberikan aktivitas selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga kesempatan untuk mempelajari keterampilan yang dapat dikembangkan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Selain menjadi sarana pembelajaran, hasil budidaya ayam petelur juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan internal Rutan, khususnya dalam pemenuhan asupan protein bagi warga binaan. Dengan pengelolaan yang dilakukan secara berkelanjutan dan berada dalam pengawasan pembina Bimgiat, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat dari dua sisi, yakni memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung proses pembinaan kemandirian.

Melalui program tersebut, Rutan Kelas I Cipinang terus mendorong agar pembinaan kemandirian tidak berhenti sebagai kegiatan rutin, tetapi menghasilkan pengalaman dan keterampilan yang dapat dirasakan manfaatnya. Dari merawat ratusan ekor ayam hingga menghasilkan telur, setiap proses menjadi bagian dari perjalanan warga binaan untuk belajar bekerja, bertanggung jawab, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kembali ke keluarga dan masyarakat. (Herry)

Komentar