Bullying Bukan Candaan, Polisi Ajak Siswa Berani Melapor

POLRI19 Dilihat

Ciamis – Tidak semua candaan bisa dianggap lucu. Bagi sebagian anak, ejekan yang awalnya dianggap sekadar bercanda justru bisa menimbulkan rasa malu, sedih, bahkan takut.

Pesan tersebut disampaikan personel Satuan Binmas Polres Ciamis saat memberikan pembinaan kepada siswa SDN 3 Sindangrasa di Lapang Al Asad, Jalan Sirnarasa, Desa Sindangrasa, Kabupaten Ciamis, Jumat (04/09/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB itu, polisi mengajak para siswa mengenali batas antara bercanda dan perundungan atau bullying.

Para siswa dijelaskan bahwa bullying bukan hanya berupa tindakan fisik. Ejekan, ucapan yang merendahkan, mempermalukan, hingga sengaja menjauhi seseorang secara berulang juga dapat membuat korban merasa takut, sedih, tertekan, atau tersakiti.

Pembinaan tersebut disampaikan personel Sat Binmas Polres Ciamis, yakni Kanit Bhabinkamtibmas AIPTU Handoyo Iwan, Kanit Bin Kamsa AIPTU Tatang A.K., Kanit Bin Tibsos AIPDA Aa Ardiansyah, S.H., Urmintu Sat Binmas BRIGADIR Desy Ratna Luthfiati, S.H., serta Bamin Bin Kamsa BRIPDA Adam Riyadi.

Polisi mengingatkan para siswa agar tidak menganggap semua ejekan sebagai candaan. Ukurannya bukan hanya apakah orang yang melakukannya merasa sedang bercanda, tetapi juga bagaimana perasaan anak yang menjadi sasaran.

Para siswa juga diajak tidak ikut memperburuk keadaan ketika melihat temannya menjadi korban bullying. Menertawakan, menonton, atau bahkan menyebarkan kembali ejekan dapat membuat korban semakin tertekan.

Sebaliknya, siswa didorong untuk berani menghentikan perundungan dengan cara yang tepat dan melaporkannya kepada orang dewasa yang dipercaya, seperti guru atau orang tua.

Kasat Binmas Polres Ciamis IPTU Marsidi, S.H., M.M., mengatakan pembinaan kepada anak usia sekolah penting untuk membangun karakter dan kepedulian sejak dini.

“Pembinaan kepada anak-anak usia sekolah sangat penting dilakukan untuk membangun karakter dan kepedulian sejak dini. Kami mengajak seluruh siswa agar saling menghargai, tidak melakukan bullying, serta berani mencegah dan melaporkan apabila melihat adanya perundungan,” ujar Marsidi.

Ia menyampaikan hal tersebut melalui kegiatan pembinaan yang dilakukan Sat Binmas Polres Ciamis atas arahan Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si.

Polisi juga mengingatkan siswa yang menjadi korban maupun melihat perundungan agar tidak memendam kejadian tersebut sendirian. Mereka dapat menceritakannya kepada guru di sekolah atau orang tua di rumah.

Melapor bukan berarti mencari masalah. Langkah tersebut justru menjadi cara untuk mendapatkan perlindungan sekaligus mencegah perundungan kembali terjadi.

Pesan tersebut mendapat respons positif dari para siswa dan pihak sekolah. Salah seorang siswa mengaku mendapat pemahaman baru tentang dampak mengejek atau menertawakan teman secara terus-menerus.

“Kami jadi lebih tahu bahwa mengejek atau menertawakan teman secara terus-menerus bisa membuat teman sakit hati. Kalau melihat teman dibully, kami akan berusaha membantu dan melaporkannya kepada guru atau orang tua,” ujar siswa tersebut.

Pencegahan bullying di lingkungan sekolah pada akhirnya menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya guru dan polisi, para siswa juga memiliki peran penting untuk menciptakan pergaulan yang membuat setiap anak merasa aman, nyaman, dan dihargai.

Kegiatan pembinaan berlangsung hingga pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman dan lancar. (Lucas)

Komentar