“Malu Saya Jadi Presiden…” Janji Politik Prabowo Entaskan Kemiskinan

Nasional, Politik43 Dilihat

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi atau capaian pembangunan, tetapi harus tercermin dari meningkatnya taraf hidup dan kebahagiaan masyarakat.

Prabowo mengatakan, tujuan utamanya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia adalah memastikan rakyat hidup sejahtera dan terbebas dari kemiskinan. Ia menegaskan, jabatan Presiden harus dijalankan dengan tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Saya mau jadi Presiden untuk lihat rakyat saya sejahtera. Saya tidak mau jadi Presiden, rakyat saya miskin terus. Saya tidak mau jadi Presiden (kalau rakyat miskin terus). Malu saya. Lebih baik saya enggak jadi Presiden,” tegas Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Grand Ballroom Convention JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Menurut Prabowo, kesejahteraan harus dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari petani, nelayan, pedagang, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pertumbuhan ekonomi, kata dia, perlu diikuti peningkatan pendapatan riil dan daya beli masyarakat.

“Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara riil, secara nyata harus meningkat. Setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata. Ini yang sedang kita perjuangkan. Ini garis kita, ini strategi kita,” ujarnya.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya memperluas akses pembiayaan dan menggerakkan perekonomian dari tingkat bawah. Upaya itu mencakup masyarakat di wilayah pedesaan, daerah terpencil, maupun kawasan perkotaan agar memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan.

Pemerintah juga berkomitmen memperbaiki tata kelola kekayaan alam agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Dengan demikian, pembangunan dan pengelolaan sumber daya nasional diharapkan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan rakyat.

Prabowo turut mengingatkan para kepala daerah bahwa keberhasilan kepemimpinan tidak semata-mata ditentukan oleh pencapaian administratif atau pembangunan fisik. Menurutnya, kondisi kehidupan masyarakat yang semakin baik harus menjadi ukuran penting dalam menilai hasil kerja pemerintah daerah.

“Kebanggaan kalian sebagai pemimpin rakyat, kalau kalian datang ke rakyat, rakyatnya tersenyum. Nah, itu kebanggaan kalian,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pesan Prabowo bahwa pembangunan pada akhirnya harus berorientasi pada manusia. Peningkatan pendapatan, daya beli, akses terhadap pembiayaan, dan pemerataan kesempatan ekonomi menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.

Bagi pemerintah pusat maupun daerah, tantangan berikutnya adalah memastikan arah kebijakan tersebut menghasilkan perubahan yang terukur, terutama dalam pengurangan kemiskinan, peningkatan pendapatan rumah tangga, perluasan kesempatan usaha, dan perbaikan kualitas hidup masyarakat. (Lucas)

Komentar