Teman Baik Telah Dipanggil Pulang

Berita12 Dilihat

Dae Ndana terlahir di lingkungan Keraton Kesultanan Bima, dan dibesarkan sesuai kebiasaan keraton. Bagi anak-anak sedini mungkin diajari akan nilai-nilai, menerapkan kebiasaan seperti etika, sopan santun, budi pekerti, belas kasih, ketrampilan. Itulah yang diperoleh Dae Ndana dari hasil didikan mulai orang tua.

Hal itulah yang bikin mereka unggul, hingga Dae Ndana selalu menyenangkan dalam pergaulan. Seperti halnya waktu sekolah di SMPP-Negeri Bima, kini berubah menjadi SMA-2 Kota Bima, Dae Ndana berbeda dari kebiasaan remaja yang glamor. Ia lebih dewasa, sehingga menjadi andalan sekolah. Bahkan karena piawai dalam seni tari, ia sering dipanggil untuk mengisi acara di Kabupaten Bima saat itu.

Kebaikan Dae Ndana bukan hanya penulis yang merasakan, tetapi teman lain mengakuinya. Ia sering membantu dan berbagi, jika kebetulan  ada teman yang nggak punya uang, Dae Ndana pinjamkan atau diajaknya jajan saat jam istirahat sekolah.

Dae Ndana disayangi dan disukai, bukan semata karena baik, tetapi pandai membawa diri dan menghargai orang lain. Jika ia marah atau tidak suka, ia lebih memilih diam. Begitu juga dalam tutur kata, lembut dan tidak menyinggung perasaan orang lain.

642ade71 a3b4 4e3e bd7a 11eb5c483ac1

Saat menjadi Darma Wanita, di Kabupaten Dompu, kebetulan sang suami bertugas sebagai pamong di beberapa wilayah di Kabupaten Dompu. Sebagai pendamping suami, Dae Ndana sangat suport dan

populer di mata masyarakat dan di kalangan darma wanita itu sendiri, karena ia cerdas, ramah pada semua orang.

Beberapa anggota dharma wanita dan masyarakat tidak berucap, “jika ada Dae Ndana, semua urusan beres dan lancar, hingga menyenangkan,” ucap mereka.

Kini orangnya telah tiada. Penulis sendiri benar-benar merasa kehilangan. Kenangan mulai masa sekolah, hingga sehari jelang wafatnya, teringat hingga membuat shok.  Sewaktu penulis dirawat di Rumah Sakit di Bima, ia bersama teman seangkatan sekolah yang paling pertama membesuk. Begitu penulis keluar rumah sakit, mereka tetap pantau memberikan suport untuk sembuh.

Tuhan berkata :  kebaikan yang kamu perbuat, kebaikan itu pula yang akan kamu peroleh. Keburukkan yang kamu perbuat, keburukkan itu pula yang akan menimpa dirimu. Dae Ndana adalah orang baik, karena kebaikannya itulah, sehingga begitu mendengar kabar bahwa beliau wafat, karib kerabat dan ribuan masyarakat berbondong-bondong datang melawat dan mengantarkannya hingga ke pemakaman.

Isyarat Akan Pamit

Hari Senin 13/07/2026 (sehari) menjelang dipanggil oleh Tuhan, Dae Ndana pagi-pagi call penulis, dan menanyakan tentang kesehatan. Rupanya call itu adalah call terakhir, sekaligus memberi isyarat bahwa ia akan pamit. Pergi selama-lamanya menghadap Tuhan. Hal itulah yang bikin penulis shok, karena nggak bisa bicara banyak dalam kondisi sakit. Tetapi begitulah rahasia Tuhan, Dae Ndana dipanggil hari Selasa 14/07/2026. Selamat jalan DAE NDANA. kebaikanmu melekat di hati kami.

Kejadian yang Ubah Cara Pandang Memaknai Hidup

Kini… lebih sering hati terdiam, karena teman satu persatu dipanggil Sang Khaliq. Teman yang dulu selalu hadir disetiap cerita dan kebahagiaan. Kini tinggalah nama yang hadir dalam doa. Ternyata hidup ini bukan perlombaan, tentang “siapa yang paling lama bertahan”, tetapi tentang, ‘siapa yang paling siap’ ketika waktunya tiba.Rambut putih, mata rabun, pendengaran lemah, tenaga terus menurun, itu semua bukan ‘sekadar tanda usia’ tetapi ‘nasihat lembut dari Tuhan’ agar lebih banyak ingat akan akhir dari suatu perjalanan. Kini terasa hati lebih khusyuk, karna ikhlas menerima hidup apa adanya. @Theo Wawo

Komentar