Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap pihak luar negeri yang masih meremehkan masyarakat Indonesia. Ia mengaku geram terhadap adanya persepsi negatif dari dunia internasional yang menilai rakyat Indonesia sebagai bangsa yang malas dan suka bersantai.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan peletakan batu pertama atau groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Menurut Presiden, persepsi buruk itu muncul karena keramahtamahan masyarakat Indonesia kerap kali disalahartikan sebagai sebuah kelemahan. Ia menyayangkan adanya anggapan bahwa penduduk pribumi Indonesia dinilai lemah dan hanya hobi tidur, padahal kenyataan di lapangan justru menunjukkan hal yang sebaliknya.
Presiden menegaskan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak sesuai dengan realitas kehidupan masyarakat. Jutaan rakyat Indonesia justru terbukti bekerja keras sejak dini hari demi memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Fenomena ini dapat dilihat langsung dari keseharian para petani, nelayan, serta masyarakat di berbagai daerah yang sudah berangkat bekerja saat hari masih gelap dan baru pulang setelah malam tiba.
Melalui momentum ini, Kepala Negara mengajak semua pihak untuk lebih menghargai kerja keras masyarakat dan berhenti memandang rendah kemampuan bangsa Indonesia. Pihak asing diminta membuka mata terhadap perjuangan kaum pekerja di Indonesia yang menghabiskan waktu dari gelap hingga gelap lagi di sawah, ladang, maupun laut.
Kendati melayangkan kritik tajam terhadap pandangan miring tersebut, Presiden memastikan bahwa pemerintah tetap berkomitmen penuh untuk menjaga hubungan baik dengan dunia internasional. Indonesia akan selalu terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama global, asalkan hubungan tersebut dibangun di atas prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan.
Pada akhir pernyataannya, Presiden mengingatkan negara-negara lain bahwa Indonesia saat ini telah tumbuh menjadi bangsa yang jauh lebih matang. Ia menekankan bahwa jajaran pemimpin Indonesia sekarang merupakan figur yang cerdas, tidak naif, serta memiliki keberanian dalam menentukan arah kebijakan negara secara mandiri. (Lucas)








Komentar