Korban Meninggal Banjir Bandang Nepal-China Tembus 633 Orang, 3.000 Dinyatakan Masih Hilang

Berita47 Dilihat

Kathmandu – Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor dahsyat yang melanda Nepal dan China dilaporkan meningkat menjadi 633 orang pada Sabtu. Hingga kini, otoritas setempat mengonfirmasi hampir 3.000 orang masih dinyatakan hilang.

Di Nepal, data National Disaster Risk Reduction and Management Authority (NDRRMA) yang dikutip Kathmandu Post mencatat korban jiwa mencapai 626 orang, sedangkan 2.426 orang lainnya belum ditemukan. Tim pencari masih terus mengevakuasi jenazah yang terseret arus deras.

Wilayah terdampak paling parah meliputi Chitwan dan Nawalparasi East. Sementara itu, puluhan korban juga ditemukan di Gorkha, Dhading, dan Nuwakot akibat meluapnya Sungai Bhotekoshi dan Trishuli—dua aliran utama yang berhulu di kawasan Himalaya.

Beberapa jenazah ditemukan hingga ke wilayah perbatasan India. Sejumlah warga negara asing (WNA) turut menjadi korban hilang dalam bencana ini.

320 Warga India Dinyatakan Hilang

Kementerian Luar Negeri India mengonfirmasi bahwa 320 warganya masih hilang di Nepal, menjadikannya kelompok WNA terbesar yang belum ditemukan.

“Sejauh menyangkut jumlah orang yang tidak dapat kami hubungi atau yang hilang, angkanya saat ini adalah 320,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, dalam konferensi pers, Jumat (28/8/2026).

Jaiswal menambahkan, sekitar 100 orang keturunan India dengan kewarganegaraan lain juga belum bisa dihubungi. Di sisi lain, puluhan warga India berhasil diselamatkan, termasuk 63 pekerja proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Trishuli-1.

Kondisi Terkini di China dan Sektor Energi

Di China, kantor berita Xinhua melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas dan 554 orang masih hilang. Jumlah korban hilang diperkirakan masih bergerak dinamis karena tim penyelamat terus memulihkan akses komunikasi yang terputus akibat rusaknya jaringan listrik.

Laporan Xinhua yang mengutip Asosiasi Produsen Listrik Independen menyebutkan bahwa 934 pekerja di 11 lokasi PLTA terdampak banjir di Nepal hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Upaya Evakuasi dan Bantuan Internasional

Otoritas Nepal mencatat 2.301 orang berhasil diselamatkan atau sedang menjalani perawatan medis, mayoritas berasal dari Distrik Nuwakot dan Rasuwa. Sebanyak 4.811 personel kepolisian telah dikerahkan ke lokasi bencana, meski 27 petugas di antaranya dilaporkan hilang kontak.

Guna mempercepat proses evakuasi, pemerintah Nepal resmi membuka pintu bagi tim Search and Rescue (SAR) internasional.

“Kami mendapat tekanan besar dari komunitas internasional untuk mengizinkan tim pencarian, penyelamatan, dan para ahli masuk karena warga negara mereka turut hilang,” ungkap seorang pejabat Nepal kepada Kathmandu Post.

Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) mengestimasi sekitar 93.000 orang terdampak bencana ini. Proses penilaian dampak kerusakan di wilayah-wilayah terisolasi masih terus berjalan. (Risky)

Komentar