Perkuat Pembinaan dan Keamanan, Kalapas Cipinang Gelar Dialog Langsung dengan 147 Warga Binaan Pidana Tinggi

Berita46 Dilihat

Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus memperkuat pendekatan humanis dalam pembinaan dan menjaga stabilitas keamanan melalui forum diskusi dan dialog langsung antara Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Cipinang, Dr. Syarpani, bersama jajaran dengan Warga Binaan yang menjalani pidana tinggi, yakni pidana penjara seumur hidup dan pidana mati. Kegiatan ini diikuti oleh 147 Warga Binaan, terdiri atas 20 orang berpidana mati dan 127 orang berpidana seumur hidup, Senin (12/10).

Dalam suasana dialog yang terbuka, para Warga Binaan tampak antusias mengikuti diskusi dan menyimak arahan yang disampaikan. Kalapas mengajak seluruh Warga Binaan untuk menjalani masa pidana dengan tetap menjaga semangat, mengisi waktu dengan kegiatan pembinaan yang positif, memperbanyak ibadah, serta aktif dalam olahraga, belajar, membaca buku, dan program pembinaan kemandirian. Menurutnya, keterbatasan ruang gerak selama menjalani pidana bukan alasan untuk berhenti memperbaiki diri dan mengembangkan potensi.

“Setiap Warga Binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri melalui sikap, kedisiplinan, dan kegiatan positif sehari-hari. Kami mendorong mereka agar tetap aktif mengikuti pembinaan, menjaga kesehatan, memperkuat keimanan, serta mematuhi seluruh tata tertib. Pembinaan yang berjalan baik juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan lapas yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Kalapas turut mendorong Warga Binaan yang memenuhi persyaratan untuk berkonsultasi mengenai upaya hukum yang dapat ditempuh, termasuk pengajuan peninjauan kembali (PK) sesuai ketentuan perundang-undangan. Bagi warga negara asing yang mengikuti kegiatan tersebut, Kalapas mengarahkan agar mereka berkonsultasi dengan kedutaan masing-masing untuk memperoleh informasi mengenai bantuan konsuler dan jalur hukum yang tersedia.

Kepala Bidang Pembinaan Lapas Cipinang, Bambang Setiawan, menambahkan bahwa dialog langsung menjadi sarana penting untuk memahami kebutuhan dan kendala warga binaan secara lebih dekat.

“Melalui komunikasi terbuka, kami dapat mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi Warga Binaan sehingga tindak lanjutnya bisa dilakukan secara tepat, terukur, dan sesuai kewenangan. Kami juga terus mendorong partisipasi aktif mereka dalam setiap program pembinaan,” ungkapnya.

Salah seorang Warga Binaan pidana mati berinisial DK menyambut positif forum dialog tersebut. Ia mengapresiasi kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung dengan Kalapas dan jajaran serta menyampaikan aspirasi yang dirasakan selama menjalani masa pidana.

“Terima kasih, kami merasa senang bisa berdialog langsung dengan Bapak Kalapas dan jajaran. Kami bisa menyampaikan apa yang menjadi kendala dan mendapatkan arahan secara langsung. Kami juga diingatkan untuk tetap menjalani kegiatan positif, memperbanyak ibadah, dan mengikuti pembinaan dengan baik,” ungkapnya.

Melalui forum ini, Lapas Cipinang berharap komunikasi antara petugas dan Warga Binaan semakin terbuka, permasalahan dapat ditangani secara cepat dan tepat, serta potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Lapas Cipinang dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui penguatan pembinaan, peningkatan kualitas pelayanan, pendekatan humanis, dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. (Natalia)

Komentar