Jakarta – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Daerah Khusus (DK) Jakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Penguatan Kehumasan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi, kesiapan, dan koordinasi jajaran kehumasan dalam menghadapi dinamika informasi serta berbagai situasi krisis, Rabu (15/7).
Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid yang dipusatkan di aula lantai 4 Kanwil Ditjenpas DK Jakarta serta diikuti secara daring melalui zoom meeting oleh Kepala UPT dan operator kehumasan diseluruh Indonesia. Peserta diharapkan dapat memperkuat kesamaan persepsi, mempercepat koordinasi, serta membangun pola komunikasi yang terintegrasi dalam menyampaikan informasi Pemasyarakatan kepada masyarakat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Ditjenpas DK Jakarta, Wachid Wibowo. Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa fungsi kehumasan memiliki peran penting dalam membangun hubungan yang positif antara organisasi dan masyarakat. Selain itu operator humas harus mampu mengelola pesan, menjaga kredibilitas informasi, serta memberikan respons yang cepat dan tepat ketika organisasi menghadapi situasi krisis.
“Penguatan kehumasan yang baik akan mendukung terciptanya kepercayaan publik, memperkuat reputasi organisasi, serta menunjukkan bahwa Pemasyarakatan terus bergerak maju, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. Setiap informasi yang disampaikan harus menjadi cerminan kinerja organisasi yang akuntabel, transparan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Wachid.
Sosialisasi ini turut menghadirkan Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan, Rika Aprianti yang memaparkan terkait Keputusan Imipas Nomor M.IP.57.OT.02.01 Tahun 2025 Tentang Manajemenen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi. Selain itu, hadir pula Aiman Witjaksono, selaku Pemimpin Redaksi iNews Media, sebagai narasumber yang memberikan wawasan mengenai Strategi penanganan krisis pemberitaan di UPT Pemasyarakatan.
Senada dengan Kakanwil, Rika Aprianti menyampaikan dukungan dan apresiasinya kepada seluruh jajaran serta operator kehumasan yang terus berkontribusi dalam menyampaikan informasi dan membangun citra positif Pemasyarakatan melalui berbagai platform digital. Namun, hal tersebut juga harus diiringi dengan ketelitian, kemampuan melakukan verifikasi, serta pemahaman terhadap etika komunikasi publik.
“Operator kehumasan merupakan garda terdepan dalam menyampaikan wajah Pemasyarakatan kepada publik. Teruslah menyajikan informasi yang akurat, edukatif, menarik, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kontribusi rekan-rekan humas sangat berarti dalam membangun kepercayaan masyarakat serta memperkuat citra positif Pemasyarakatan,” ujar Rika.
Sementara itu, Aiman Witjaksono mengapresiasi terselenggaranya kegiatan penguatan kehumasan tersebut. Ia menekankan bahwa di tengah fenomena “tsunami informasi”, petugas humas dituntut untuk semakin cermat, teliti, kritis, dan adaptif dalam membaca perkembangan situasi. Hal tersebut penting agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kesalahpahaman, kepanikan, maupun persepsi negatif di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DK Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus memberikan informasi publik secara akuntabel, transparan, cepat, dan bertanggung jawab. Sosialisasi ini juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat tata kelola komunikasi krisis yang terintegrasi serta mewujudkan Pemasyarakatan yang PASTI bermanfaat untuk masyarakat. (Natalia)











Komentar