Gelar CSD Pertama, RI-China Perkuat Kerja Sama Politik hingga Keamanan

Berita31 Dilihat

Jakarta – Pemerintah Indonesia dan China resmi meluncurkan Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) pertama di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jakarta, Jumat. Forum ini dibentuk sebagai platform strategis untuk memandu dan memperkuat kerja sama bilateral kedua negara di lima pilar utama.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menegaskan bahwa dialog ini dirancang berorientasi ke masa depan guna memastikan hubungan kedua negara memberikan dampak nyata.

5 Pilar Utama dan Rencana Aksi 2027–2031

Dalam sambutan pembukaannya, Menlu Sugiono menyampaikan lima pilar utama yang menjadi fokus pembahasan dalam CSD Indonesia-China:

  • Politik
  • Ekonomi
  • Maritim
  • Hubungan Antar-Masyarakat
  • Keamanan

Selain meluncurkan forum CSD, pertemuan ini menjadi awal pembahasan Rencana Aksi Indonesia-China 2027–2031 sebagai keberlanjutan dari Rencana Aksi 2022–2026.

Momentum ini dinilai sangat tepat karena bertepatan dengan dimulainya Rencana Lima Tahun ke-15 China serta Rencana Aksi Jangka Menengah Indonesia 2025–2029 menuju visi Indonesia Emas 2045.

Menerjemahkan Konsensus Menjadi Capaian Nyata

Menlu Sugiono berharap CSD mampu mengevaluasi sekaligus mengidentifikasi prioritas strategis baru demi menerjemahkan kesepakatan kedua pemimpin negara menjadi hasil yang konkret dan saling menguntungkan.

“Pertemuan hari ini memberi kita kesempatan untuk mengevaluasi kerja sama, memperdalam kolaborasi, memperkuat keterlibatan, mengidentifikasi prioritas strategis, dan menerjemahkan konsensus kedua pemimpin ke dalam hasil konkret,” ujar Sugiono.

Di samping membahas agenda kerja sama, Menlu RI turut menyampaikan simpati atas bencana alam yang melanda China. Ia menekankan bahwa tantangan global yang dihadapi saat ini justru menjadi pendorong utama bagi kedua negara untuk makin mempererat hubungan bilateral.

Lanjutan ke Mekanisme Dialog 2+2

Forum CSD sendiri merupakan mekanisme baru tingkat menteri luar negeri yang disepakati saat kunjungan Menlu Sugiono ke Beijing pada April 2025.

Rangkaian agenda diplomasi ini akan dilanjutkan dengan Pertemuan ke-2 Mekanisme Dialog 2+2, yang mempertemukan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan dari kedua negara. Pertemuan 2+2 tersebut akan berfokus pada penguatan kerja sama politik, pertahanan, serta keamanan di tingkat bilateral, regional, maupun global. (Fredy)

Komentar